Perbandingan Hukum Pidana Indonesia dan Singapura dalam Tindak Pidana Pembunuhan Berencana

Authors

  • Norma Jelita Munthe Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Yasmine Amira Uzhma Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Ikna Fauziah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Anisa Anisa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Ghassan Hashfi Abdi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Rahmad Rayhan Dira Harahap Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Muhammad Jidan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Rayhan Muzaki Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Keywords:

Comparative Law, Criminal Law, Indonesia, Premeditated Murder, Singapore

Abstract

The development of crime in society has increased public awareness and the need for effective criminal law enforcement. One of the most serious crimes is premeditated murder, as it directly concerns the most fundamental human right, the right to life, as guaranteed by Article 28A of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. This study aims to analyze the differences in the regulation of premeditated murder between Indonesia and Singapore, which adhere to two distinct legal systems: civil law and common law. In Indonesia, premeditated murder is governed by Article 340 of the Indonesian Criminal Code (KUHP), emphasizing elements of intent (dolus) and premeditation (voorbedachte raad). Meanwhile, in Singapore, it is regulated under Penal Code Act 224 Section 300, which classifies murder based on intention and awareness of the consequences of the act. Through a comparative and normative legal approach, this research finds that the main difference lies in how intent and premeditation are proven. Indonesia emphasizes the existence of a time gap and deliberate intent, whereas Singapore focuses on concrete evidence and legal precedents. The findings reveal that both legal systems share the same objective of upholding justice and protecting the right to life, although their legal foundations and interpretations differ. This study is expected to contribute to the development of Indonesia’s criminal law policy, making it more adaptive to global legal dynamics and the protection of human rights.

References

Afrizal, R. (2025). Analisis Yuridis Terhadap Unsur Kesengajaan dalam Tindak Pidana Pembunuhan Berencana. Jurnal Mahasiswa Hukum, Vol 2 (1), hlm. 50.

Mazazi, A. (2018). Skripsi Analisis Yuridis Pertanggungjawaban Pidana bagi Pelaku Pembunuhan Berencana dengan Penyertaan (studi kasus putusan Mahkamah Konstitusi nomor:793 K/PID/2015). Hlm 1.

Andriani. (2014). Analisis Perbandingan Ketentuan tentang Percobaan Tindak Pidana Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia dan Singapore Penal Code Chapter 224. Vol. 3, hlm. 3.

Duha, A. (2022). Pertimbangan Hakim dalam Penjatuhan Hukuman Terhadap Tindak Pidana Pembunuhan Berencana. Jurnal Panah Hukum, Vol. 1, No. 2, hlm. 15.

Batas, E. M. (2016). Tindak Pidana Pembunuhan Berencana Menurut Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Jurnal Lex Crimen, Vol. 5 (2), hlm. 121.

PenalCode. (Act. 224, Revised Edition 1985). The Statutes of the Republic of Singapore, Government Printer, section 302.

Rika Aureliyya, dkk. (2025). Perbandingan Hukum Pidana Negara Singapura dan Hukum Pidana Indonesia Mengenai Tindak Pidana Pembunuhan Berencana. Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan, Vol. 1 No. 3, hlm 196-197.

Riqa Kurnia, dkk. (2025). Perbandingan Hukum Pidana Negara Singapura Dan Hukum Pidana Indonesia Mengenai Tindak Pidana Pembunuhan Berencana. Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan, Vol. 1 (3), hlm. 194-195.

Suherman, M, dkk. (2025). Perbandingan Hukum Pidana Negara Singapura dan Hukum Pidana Indonesia Mengenai Tindak Pidana Pembunuhan Berencana. Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan, Vol. 1, No. 3, hlm. 193.

Andjani, A. & Tawang, D. (2025). Perbandingan Hukum tentang Hukuman Mati Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nomor 1 Tahun 2023 dan Penal Code of Singapore: Comparison of Laws on the Death Penalty According to the Criminal Code Number 1 of 2023 and the Penal Code of Singapore. Jurnal Reformasi Hukum Trisakti, Vol. 7 (1), hlm. 84.

Dian, U. (2025). Perbandingan Hukum Tentang Hukum Mati Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nomor 1 Tahun 2023 dan Penal Code of Singapore. Vol. 7 (1), hlm. 87.

Waruwu. (2023). Pendekatan penelitian pendidikan: metode penelitian kualitatif, metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian kombinasi (Mixed Method). Jurnal Pendidikan Tambusai, Vol. 7 (1), hlm. 2-3.

Published

30-05-2025

How to Cite

Munthe, N. J., Uzhma, Y. A., Fauziah, I., Anisa, A., Abdi, G. H., Harahap, R. R. D., … Muzaki, R. (2025). Perbandingan Hukum Pidana Indonesia dan Singapura dalam Tindak Pidana Pembunuhan Berencana. Rechtsvacuum: Journal of Legal Studies, 2(1), 18–24. Retrieved from https://jurnal.limitlabel.com/index.php/rechtsvacuum/article/view/126

Issue

Section

Articles