Perbandingan Terhadap Penegakan Tindak Pidana Human Trafficking Di Indonesia Dan Singapura

Authors

  • Safina Azzahrah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Reza Rahma Dani Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Andieni Tata Prastya Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Mutiara Cantika Putri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Arini Nova Istiqomah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Jihan Nur Sakinah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Nayla Fajira Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Penji Juliana Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Mauzel Membrova Fasha Nugraha Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Keywords:

Human Trafficking, Human Rights, Law Enforcement, Transnational Crime, Victim Protection

Abstract

Human trafficking is a transnational crime that threatens human dignity and violates human rights. This article aims to compare law enforcement against human trafficking crimes in Indonesia and Singapore, which have different Undang-Undang No. 21 of 2007 in Indonesia and the Prevention of Human Trafficking Act 2014 in Singapore, as well as how they are enforced in both countries. This study uses a normative juridical method. This research method focuses on the analysis of laws and regulations, legal documents, and legal concepts relevant to a legal issue, using a statutory, case-based, and comparative approach. The results of the study show that Indonesia faces challenges in the form of limited human resources, ineffective inter-agency coordination, and suboptimal victim protection. It is hoped that this study can contribute information as material for consideration in policy making. Singapore has a more effective law enforcement system with integrated inter-agency coordination using modern technology, as well as more structured victim protection. The difference in the effectiveness of law enforcement is influenced by institutional factors, resource capacity, legal systems, and legal culture in each country. This study recommends strengthening institutions and victim protection in Indonesia to improve the effectiveness of human trafficking law enforcement.

References

Arief, B. N. (2016). Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana.

Daud, B. S., & Sopoyono, E. (2019). Penerapan Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Perdagangan Manusia ( Human Trafficking ) Di Indonesia. 1, 352–365.

Farhah, J. Z., & Wicaksono, A. (2025). Faktor Determinan Pemerintah Singapura Dalam Keberhasilannya Menanggulangi Isu Perdagangan Manusia ( 2009-2023 ). 9(1), 25–38.

Gozali, D. S. (2020). Pengantar Perbandingan Sistem Hukum.

Hamzah, A. (2017). Hukum Pidana Indonesia.

Indonesia, I. (2025). Pemberantasan Perdagangan Manusia.

Julianto, B. (2020). Perlindungan Hukum Terhadap Saksi Dan Korban Dalam Sistem Peradilan Pidana Di Indonesia. 5(1), 20–31.

Kautsar, I. Al, & Muhammad, D. W. (2022). Sistem Hukum Modern Lawrance M . Friedman : Budaya Hukum Dan Perubahan Sosial Masyarakat Dari Industrial Ke Digital. Jurnal Sapientia Et Virtus, 7(2), 84–99.

Makhfudz, M. (2003). Kajian Praktek Perdagangan Orang Di Indonesia.

Mikhael, L., & Ginting, R. (2022). Perbandingan Hukum Pengaturan Tindak Pidana Perdagangan Orang Di Indonesia Dan Singapura. 11(2), 123–132.

Nikhio, A., Amalia, C. S., & Irawan, Z. (2023). Penegakan Hukum Di Indonesia : Peran Pemerintah Dalam Mewujudkannya. 2(6), 414–423.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 2008 Tentang Gugus Tugas Pencegahan Dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (2008).

Prevention Of Human Trafficking Act 2014 (2022).

Puannandini, D. A., Turyadi, L. D., & Saputra, M. A. (2024). Peran Lembaga Penegak Hukum Dalam Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Di Indonesia. Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan Dan Hukum, 3(1). Https://Doi.Org/10.59818/Jps.V3i3.1096

Romdoni, M., & Ramadhani. MS, R. A. (2025). Online Gambling In The Perspectives of Islamic Law and Criminal Law: A Critical Analysis of Current Cases In Indonesia. Fox Justi : Jurnal Ilmu Hukum, 15(02), 535–548. Retrieved from https://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/Justi

/article/view/6767

State, U. D. Of. (2024). Trafficking In Persons Report (Issue June).

Subardhini, M., Hakim, M. Z., & Nurusshobah, S. F. (2025). Masalah Psikososial Korban Perdagangan Orang : Studi Kualitatif Di Sukabumi Dan Indramayu , Jawa Barat. 151–168.

Ulum, B. B., & Kusumo, M. I. C. (2023). Mengembangkan Strategi Yang Berkeadilan Untuk Meningkatkan Penegakan Hukum. 2(1), 40–50.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (2007).

Unodc. (2023). Global Report On Trafficking In Persons: Crises Shift Trafficking Patterns And Hinder Victim Identification.

Uwa, S. T., Lembong, R. R., & Pinasang, B. (2024). Perlindungan Hukum Terhadap Saksi Dalam Tindak Pidana Penganiayaan Berat Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 Jo Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 Tentantg Perlindungan Saksi. 12(4).

Wulandari, C., & Wicaksono, S. S. (2014). Tindak Pidana Perdagangan Orang ( Human Trafficking ) Khususnya Terhadap Perempuan Dan Anak : Suatu Permasalahan Dan Penanganannya Di Kota Semarang. 15–26.

Published

30-10-2024

How to Cite

Azzahrah, S., Dani, R. R., Prastya, A. T., Putri, M. C., Istiqomah, A. N., Sakinah, J. N., … Nugraha, M. M. F. (2024). Perbandingan Terhadap Penegakan Tindak Pidana Human Trafficking Di Indonesia Dan Singapura. Rechtsvacuum: Journal of Legal Studies, 1(2), 71–82. Retrieved from http://jurnal.limitlabel.com/index.php/rechtsvacuum/article/view/116

Issue

Section

Articles