Perbandingan Sistem Hukum Pidana Indonesia dan Belanda dalam Penanganan Tindak Pidana Korupsi

Authors

  • Khalisa Danish Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Hikmat Ardiansyah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Zalfa Safitri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Raissa Sabirah Universitas Sultan Ageng Tirtaysa
  • Muhamad Romdoni Universitas Sultan Ageng Tirtaysa

Keywords:

Comparative Criminal Law, Corruption, Governance Culture, Institutional Integrity, Law Enforcement Effektivness

Abstract

Corruption has posed persistent challenges to both Indonesia and the Netherlands, two jurisdictions with distinct legal traditions, institutional designs, and political cultures. This study examined how each country developed its criminal law framework to address corruption and how institutional and societal dynamics shaped the effectiveness of its implementation. Using a literature-based comparative approach, the study identified substantial differences in their enforcement models. Indonesia relied on a specialized anti-corruption body that operated as an external corrector of weaknesses in internal state oversight, whereas the Netherlands embedded integrity mechanisms, administrative transparency, and coordinated enforcement within its general justice system without creating a separate agency. Beyond mapping these structural differences, this study contributes to comparative anti-corruption scholarship by demonstrating that variations in enforcement effectiveness are less attributable to normative criminal law design than to the interaction between institutional stability, governance maturity, and legal culture. The analysis showed that criminal law provisions alone were insufficient to curb corruption in either jurisdiction; rather, the stability of enforcement institutions, the strength of compliance culture, and the maturity of governance structures played decisive roles in determining outcomes. By situating legal norms within their broader institutional and cultural contexts, this study offers an analytical framework that can inform reform-oriented debates in countries with similar governance constraints. The findings further indicated that Indonesia would benefit from sustained institutional consolidation, consistent enforcement practices, and broader civic engagement with public ethics to enhance the long-term effectiveness of its anti-corruption framework.

References

Adnantara, K. F. (2025). Dinamika Penegakan Hukum dan Komisi Pemberantasan Korupsi yang Tegas, Cepat, dan Tanggap dalam Pemberantasan Korupsi Tahun 2025. Jurnal Yustitia, 20(1), 1–14.

Chaniago, F., & Syilendra, M. (2023). Menggali Akar Masalah Korupsi di Indonesia: Analisis Terhadap Faktor-Faktor Pendorong dan Solusi Pemberantasannya. JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary, 1, 548–552. https://doi.org/10.57235/jerumi.v1i2.1428

Farikhoh, I., & Chariri, A. (2022). Korupsi Di Sektor Publik : Tinjauan Literatur Sistematis Dan Analisis Bibliometrik. Integritas : Jurnal Antikorupsi, 8, 63–76. https://doi.org/10.32697/integritas.v8i1.866

Geelhoed, W. (2018). Het Europees Openbaar Ministerie en het opportuniteitsbeginsel in Nederland. 18–22.

Hananti, N. P. (2023). Analisis Efektivitas Penegakan Hukum terhadap Korupsi di Indonesia. Indigenous Knowledge, 2(5), 359–366.

Hukum, F., & Borobudur, U. (2025). Analisis Penanganan Korupsi dalam Sistem Civil Law dengan Perbandingan Hukum Indonesia dan Belanda. 06(04), 1110–1124.

Intan, N., Nangga, A., Idrus, I. I., Suhaeb, F. W., & Publik, P. (2024). Corruption Dynamics Regarding Challenges and Solutions in Public Services. XIX(April), 221–228.

Masyhudi, F. (2023). Sinergisitas Peran Aparat Penegak Hukum Dalam Penangan Korupsi di Indonesia. 13(1), 1–9.

Opsunggu, E. P., & Hoesein, Z. A. (2025). Analisis Penanganan Korupsi dalam Sistem Civil Law dengan Perbandingan Hukum Indonesia dan Belanda. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(6 SE-Articles), 2968–2981. https://doi.org/10.56799/jceki.v4i6.12871

Pahlevi, F. S. (2022). Pemberantasan Korupsi di Indonesia Perspektif Legal System Lawrence M. Freidmen. Jurnal El-Dusturie, 1(1), 24–42. https://doi.org/https://doi.org/10.21154/eldusturie.v1i1.4097

Puanandini, D. A., Maharani, V. S., & Anasela, P. (2025). Korupsi sebagai Kejahatan Luar Biasa: Analisis Dampak dan Upaya Penegakan Hukum. 4(1). https://doi.org/10.59818/jps.v3i3.1173

Puanandini, D., Supriatna, D., & Idris, F. (2023). Tindak Pidana Korupsi sebagai Kejahatan Luar Biasa. Public Sphere: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan Dan Hukum, 2. https://doi.org/10.59818/jps.v3i3.1047

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). (2025). Sinergi Rezim Anti Pencucian Uang Mengungkap Triliunan Dana Hasil Kejahatan.

Putri, A., & Saragih, R. (2023). Komunikasi Budaya Salam Tempel Sebagai Bentuk Gratifikasi Pada Tindak Pidana Korupsi. Kompetensi, 16, 321–332. https://doi.org/10.36277/kompetensi.v16i2.191

Ridwan Lubis, M., Maryani, H., & Nurita, C. (2019). Unsur Melawan Hukum Sebagai Suatu Sarana Dalam Delik Pasal 2 Ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Tipikor. YUSTISIA MERDEKA : Jurnal Ilmiah Hukum, 5. https://doi.org/10.33319/yume.v5i1.29

Romdoni, M., & Nathasya, N. (2025). Rethinking Anti-Corruption Law Enforcement in Indonesia: A Critical Analysis of the Tom Lembong Case. LEGAL BRIEF, 14(2), 213–220. https://doi.org/10.35335/legal.v14i2.1275

Salsadila, N., Efritadewi, A., & Widiyani, H. (2023). Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di Indonesia: Masalah dan Solusinya. Indonesian Journal of Law and Justice, 1, 9. https://doi.org/10.47134/ijlj.v1i2.2048

Savitri, C. (2025). Tinjauan Yuridis terhadap Perbandingan Sistem Hukum Indonesiadan Belanda dalam Penanganan Tindak Pidana Korupsi. Jurnal Inovasi Hukum, 6(2).

Savitri et al. (2025). Tinjauan Yuridis teradap Perbandingan Sistem Hukum Indonesia dan Belanda dalam Penanganan Tindak Pidana Korupsi. Universitas Bengkulu, 6(2), 183–185.

Septi Arum Fatma Citra, D. A. A., & Darma, I. M. W. (2024). Komparasi Penjatuhan Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Korupsi di Indonesia Dengan di Belanda. Vidhisastya : Journal For Legalscholars, 1(1).

Septian, I. F., & Abdurahman, A. (2021). Status Hukum Penjelasan Undang-undang Berdasarkan Sistem Peraturan Perundang-Undangan Indonesia. Jurnal Hukum & Pembangunan, 51(3), 803–826. https://doi.org/10.21143/jhp.vol51.no3.3136

Soenarjanto, B., & Widiyanto, M. (2020). Pengawasan Kebijakan Publik dalam Penanggulangan Korupsi Melalui Peran Serta Masyarakat. Jurnal Widya Publika, 8, 117–129. https://doi.org/10.47329/widyapublika.v8i2.644

Transparency International. (2024). Corruption Perceptions Index (CPI) 2024. Www.Transparency.Org.

Van Wingerde, K., & Smid, G. (2015). The Netherlands’ approach to negotiated settlements for corruption offences. (pp. 105–123).

Voorde, J. M. ten. (2017). The Dutch Penal Code Under Review. Indonesia Law Review, 7(3), 295–313. https://doi.org/https://doi.org/10.15742/ilrev.v7n3.355

Wiwik Sri Widiarty (2024). Buku Ajar Metode Penelitian Hukum.

Widjowati, D., & Kuntadi, C. (2025). Pengaturan Tindak Pidana Khusus antara Indonesia dan Belanda. Jurnal Greenation Sosial Dan Politik, 3, 371–377. https://doi.org/10.38035/jgsp.v3i2.403

Winata, G. (2024). Tindak Pidana Korupsi: Tantangan dalam Penegakan dan Pencegahannya. Mandub : Jurnal Politik, Sosial, Hukum Dan Humaniora, 2, 305–314. https://doi.org/10.59059/mandub.v2i4.1879

Wulandari, F. P. (2024). Perbandingan Sistem Peradilan Pidana Indonesia Dan Belanda: Kajian Tradisi Civil Law Dalam Penegakan Hukum. CAUSA:Jurnal Hukum Dan Kewarganegaraan, 9(11).

Published

30-10-2024

How to Cite

Danish, K., Ardiansyah, H., Safitri, Z., Sabirah, R., & Romdoni, M. (2024). Perbandingan Sistem Hukum Pidana Indonesia dan Belanda dalam Penanganan Tindak Pidana Korupsi. Rechtsvacuum: Journal of Legal Studies, 1(2), 37–45. Retrieved from http://jurnal.limitlabel.com/index.php/rechtsvacuum/article/view/113

Issue

Section

Articles